Logo Bloomberg Technoz

Ada Sengkarut Venezuela, Investasi Hulu Migas RI Berpotensi Lesu

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 January 2026 09:10

Oil pumping jacks./Bloomberg- Andrey Rudakov
Oil pumping jacks./Bloomberg- Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi harga minyak dunia akan tertekan imbas wacana Amerika Serikat (AS) untuk menguasai fasilitas minyak di Venezuela, sehingga menambah beban pasokan minyak global yang saat ini tengah kelebihan pasokan.

Salah satu akibatnya, daya tarik investasi hulu migas di Indonesia bisa menurun ketika harga minyak dunia terlalu murah.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo berpendapat, jika harga minyak dunia turun dan konsisten di bawah US$50/barel, investor berisiko enggan menyerap minyak domestik melalui investasi di hulu migas Indonesia.


“Jika harga minyak dunia terlalu murah, investor akan enggan menanamkan modalnya untuk menyerap minyak di dalam negeri blok-blok hulu migas Indonesia. Ini bisa menghambat target produksi nasional,” kata Sutopo ketika dihubungi, Kamis (8/1/2026).

Di sisi lain, Sutopo memprediksi ketegangan yang terjadi di Venezuela tersebut berpotensi membuat dolar AS menguat sebab dijadikan instrumen investasi atau safe haven.