Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Dibuka Hijau di Tengah Isu Venezuela

News
06 January 2026 06:30

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (6/1), melanjutkan tren rekor tertinggi pada ekuitas global. Para investor tampaknya memilih untuk mengabaikan kekhawatiran geopolitik demi memburu saham-sektor teknologi, sementara emas, minyak, dan obligasi pemerintah AS (Treasury) terpantau ikut menanjak.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Jepang, Australia, dan China mengalami kenaikan. Hal ini menempatkan tolok ukur saham regional pada jalur penguatan hari keempat berturut-turut setelah sempat menyentuh level tertinggi baru pada hari Senin. Di bursa AS, indeks S&P 500 menguat 0,6% sementara Nasdaq 100 bertambah 0,8%, dengan saham raksasa seperti Amazon.com Inc dan Tesla Inc keluar sebagai pemenang. Indeks saham global milik MSCI pun berhasil mencetak rekor puncak baru.


Di tengah reli pasar saham, logam mulia turut meroket. Hal ini sebagian mencerminkan ketidakpastian geopolitik pasca-penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pihak Amerika Serikat. Harga emas melonjak lebih dari 2% pada hari Senin ke level di atas US$4.400 per ons, sementara harga perak mencatatkan kenaikan lebih dari 5%.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) Treasury 10-tahun turun tiga basis poin setelah laporan menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada bulan Desember menyusut ke level terendah sejak 2024. Data ini memperkuat argumen bagi Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk melakukan pelonggaran moneter. Sementara itu, indeks dolar mengalami penurunan, dan Bitcoin terpantau menguat sekitar 3%.

Grafik saham global. (Sumber: Bloomberg)