Logo Bloomberg Technoz

Kata Analis soal Eskalasi AS-Venezuela terhadap IHSG

Recha Tiara Dermawan
06 January 2026 06:15

Pembukaan IHSG saat awal perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)
Pembukaan IHSG saat awal perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (5/1/2026).

IHSG naik 1,27% ke level 8.859,19. Hampir seluruh sektor bergerak di zona positif mengikuti penguatan indeks, dengan hanya sektor teknologi yang mencatat koreksi tipis sebesar 0,07%.

Penguatan IHSG tersebut terjadi bersamaan dengan perhatian pasar global terhadap perkembangan terbaru di Venezuela.


Menanggapi perkembangan geopolitik global, analis pasar modal Reydi Octa menilai konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak memberikan tekanan signifikan terhadap pasar saham Indonesia. Menurutnya, pasar tidak melihat isu tersebut sebagai faktor yang mengganggu stabilitas sistem keuangan global maupun arus perdagangan nasional.

“Pasar melihat isu Venezuela tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan global, tidak berdampak langsung ke arus perdagangan Indonesia, dan tidak memicu lonjakan tajam inflasi dalam waktu dekat. Karena itu, sentimen risikonya cepat diredam,” ujar Reydi kepada Bloomberg Technoz, Senin (5/1/2026).