Logo Bloomberg Technoz

Bank tersebut mempertahankan proyeksi harga rata-rata tahun ini, masing-masing sebesar US$56 per barel untuk Brent dan US$52 per barel untuk West Texas Intermediate.

Harga kontrak berjangka melemah pada pembukaan perdagangan Senin, dengan Brent diperdagangkan sedikit lebih rendah di sekitar US$61 per barel.

“Seiring dengan capaian produksi Rusia dan AS yang baru-baru ini melampaui ekspektasi, potensi peningkatan produksi Venezuela dalam jangka panjang makin menambah risiko penurunan terhadap proyeksi harga minyak kami untuk 2027 dan seterusnya,” kata mereka.

Setelah penangkapan Maduro, Presiden AS Donald Trump mengatakan perusahaan-perusahaan AS akan menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela yang telah rapuh, sambil menggambarkan visi ambisius untuk memanfaatkan sumber daya keuangan AS dan keahlian industrinya guna memulihkan sektor minyak negara tersebut ke kejayaannya di masa lalu.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia dan pada puncaknya di pertengahan 2000-an memproduksi sekitar 3 juta barel per hari, menurut Goldman.

Pada November lalu, produksi diperkirakan berada di level 930.000 barel per hari, dan kemungkinan telah turun lebih jauh sejak saat itu menyusul laporan penutupan sumur produksi, kata bank tersebut.

Menjelang penangkapan Maduro, AS memberlakukan blokade parsial terhadap kapal tanker yang singgah di Venezuela, sehingga memicu penuhnya fasilitas penyimpanan minyak di dalam negeri.

(bbn)

No more pages