Logo Bloomberg Technoz

Sejak 30 Desember 2025—1 Januari 2026, kendaraan yang pergi dari Jabotabek di empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama mencapai 311.545 kendaraan.

“Jumlah ini naik 13,81% jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yakni sebanyak 273.741 kendaraan,” ujar Dudy.

Adapun kata dia, kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek pada 31 Desember 2025—1 Januari 2026 di empat GT Utama mencapai 150.067 kendaraan. Jumlah ini naik 7,45% dari lalin normal yaitu sebanyak 139.668 kendaraan. 

“Secara keseluruhan, sebanyak 2.344.052 kendaraan tercatat telah meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Sementara itu, kendaraan yang menuju Jabotabek pada periode yang sama tercatat mencapai 2.147.976 kendaraan,” beber Dudy.

Dia pun mengapresiasi pihak Jasa Marga dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait yang sudah mengelola arus lalu lintas dengan baik, khususnya di jalan tol hingga saat ini.

Lalu, Dudy menginstruksikan semua pemangku kepentingan untuk menambah koordinasi guna menghadapi puncak arus balik Nataru, terutama dalam hal mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di titik-titik rawan kemacetan.

“Koordinasi dan kolaborasi antar seluruh stakeholders sangat penting untuk memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, serta lancar. Dengan sinergi yang intensif, saya optimistis pergerakan kendaraan pada arus balik dapat terkendali dengan baik,” kata dia.

Dudy juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan kembali ke kota asal untuk menyiapkan semuanya dengan matang.

“Selalu jaga kesehatan, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan yang tak kalah penting beristirahat jika lelah. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, pastikan armada yang dipilih telah menjalani uji keselamatan,” ujarnya.

(far/wdh)

No more pages