Saham–saham transportasi, saham konsumen non primer, dan saham energi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG hingga cetak rekor, dengan menguat 5%, 3,14%, dan 2,59%, disusul oleh menguatnya saham barang baku mencapai 2,32%.
Saham–saham teknologi juga berhasil mengalami penguatan 2,31%.
Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (2/1/2026).
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 15,49 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 9,74 poin
- Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) menyumbang 9,55 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 8,74 poin
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 7,01 poin
- Bayan Resources (BYAN) menyumbang 6,64 poin
- Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menyumbang 3,03 poin
- Darma Henwa (DEWA) menyumbang 2,48 poin
- Merdeka Battery Materials (MBMA) menyumbang 2,4 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 2,05 poin
Adapun saham–saham transportasi lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) melesat dengan kenaikan 20%, dan saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) juga melesat di zona hijau dengan menguat 16,8%.
Disusul oleh penguatan saham Konsumen non primer lain, saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) yang menguat 16,7%, saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) melesat 15%, dan saham PT Net Visi Media Tbk (NETV) yang mencetak penguatan 11,5%.
Katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari optimisme pasar terhadap kepercayaan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2026 ini berpotensi menembus level 10.000 atau lebih.
Optimisme tersebut juga tercermin dari laju IHSG pada tahun 2024 yang menguat 22%, serta keyakinan pelaku pasar terhadap perbaikan ekonomi ke depan.
Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal, terdapat pembentukan golden cross pada MACD diiringi dengan stochastic RSI yang mengarah keatas.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 8.750 pada perdagangan Sesi II,” jelas Phintraco.
(fad/aji)




























