"Apa itu anyaman atau apa, dari ijuk atau dilapisi bawahnya seng. Tidak perlu bahan mahal, hal yang sederhana mungkin cukup. Itu nanti kreativitas orang di lapangan," tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, hunian sementara tersebut juga akan diserahterimakan kepada korban pada hari yang sama.
Hunian dilengkapi dengan taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, 14 dapur unit, dan 120 unit toilet dan kamar mandi, yang berdiri di lahan miliki BUMN PTPN.
"Ini berdiri yang kami bangun di lahan PTPN yang sudah kami lakukan pembersihan lahan [land clearing]. Bersama itu juga ukuran luasnya kurang lebih 4,5 x 4,5 meter persegi per unit atau kurang lebih 22 meter per unit," ujar Rosan.
Dalam waktu tiga bulan ke depan, kata dia, Danantara berencana untuk merampungkan pembangunan 15.000 unit hunian sementara untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
"Aceh kurang lebih 12.000 unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumatra Barat 500 unit," kata dia.
Pembangunan hunian sementara ini merupakan kerja sama dari BUMN dengan dana corporate social responsibility (CSR).
Danantara merencanakan anggaran Rp1 triliun untuk pembangunan hunian untuk korban bencana. Sejauh ini, realisasi anggaran sudah mencapai Rp655 miliar.
(lav)




























