Logo Bloomberg Technoz

Langkah mundur—yang akan diumumkan Selasa—ini mengikuti tren global penarikan kebijakan hijau seiring realitas ekonomi dari transformasi besar-besaran mulai terasa. Meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS dan China mendorong Eropa lebih memprioritaskan penguatan industrinya sendiri.

Meski blok ini secara hukum diwajibkan mencapai netralitas karbon pada 2050, pemerintah dan perusahaan semakin gencar mendesak fleksibilitas, memperingatkan bahwa target yang kaku akan membahayakan stabilitas ekonomi.

Usulan ini akan disetujui oleh komisioner Uni Eropa pada Selasa dan kemudian akan dibahas oleh Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Dewan Uni Eropa. Setiap lembaga berhak mengusulkan amandemen mereka sendiri, dan bentuk akhir kebijakan akan dinegosiasikan dalam pembicaraan trilog, yang melibatkan parlemen, dewan, dan komisi.

Komisi Eropa menolak berkomentar mengenai usulan tersebut.

Penjualan EV melambat karena pemerintah Uni Eropa mencabut insentif. (Bloomberg)

Perubahan ini menyusul lobi intensif dari Stellantis NV, Mercedes-Benz Group AG, dan lainnya. Jerman, negara asal Mercedes, Volkswagen AG, dan BMW AG, juga mendesak perubahan untuk meredakan ketegangan politik dan melindungi lapangan kerja.

Awal bulan ini, enam perdana menteri termasuk Giorgia Meloni dari Italia dan Donald Tusk dari Polandia melobi komisi agar mengizinkan mobil hibrida plug-in, range extender, dan teknologi sel bahan bakar setelah 2035.

Jerman juga kesulitan mengurangi larangan mendatang untuk melindungi produsen mobilnya yang menghadapi tarif perdagangan AS, persaingan internasional yang ketat, dan permintaan di Eropa yang menurun. 

Sementara itu, biaya energi dan tenaga kerja yang tinggi di benua ini memaksa perusahaan otomotif untuk memangkas lapangan kerja dan mengalihkan investasi ke tempat lain.

Insentif Pembelian

Penjualan mobil listrik baterai baru melambat tahun lalu setelah negara-negara termasuk Jerman—pasar terbesar Uni Eropa—menghentikan insentif pembelian. Meski pertumbuhan mulai pulih, sebagian dibantu oleh kembalinya beberapa subsidi, laju tersebut masih jauh di bawah level yang dibutuhkan untuk mencapai target Uni Eropa.

Penerapan di seluruh wilayah tetap sangat tidak merata. Pendaftaran kendaraan listrik murni (EV) mencapai 35% dari total penjualan di Belanda tahun ini, dibandingkan hanya 8% di Spanyol, di mana opsi pengisian daya yang tidak merata dan harga yang relatif tinggi terus membuat sebagian konsumen ragu.

Karena produsen mobil kini memiliki lebih banyak waktu untuk beralih sepenuhnya ke EV, kelompok lingkungan khawatir perubahan ini menciptakan celah baru yang melemahkan ambisi iklim Eropa dan membuat produsen mobil utama semakin tertinggal dari China dalam perlombaan menuju transportasi jalan bertenaga baterai.

Paket tersebut juga akan mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan penggunaan EV kecil buatan Eropa, menurut dokumen yang dilihat Bloomberg News pada Sabtu. Di antaranya pengecualian selama 10 tahun untuk kendaraan tersebut dari persyaratan keselamatan dan emisi tertentu, serta insentif berupa tempat parkir dan subsidi.

(bbn)

No more pages