Logo Bloomberg Technoz

Banjir tersebut merupakan yang terburuk dalam sejarah Thailand selatan, dengan total kerugian diperkirakan mencapai sekitar 500 miliar baht atau sebesar Rp 2,6 triliun) dengan asumsi 1 Baht sama dengan Rp 520

“Gangguan berulang seperti ini merusak kepercayaan terhadap keandalan Thailand sebagai pusat pasokan regional. Jika kami tidak dapat menjamin ketepatan waktu pengiriman, pembeli akan mencari sumber lain,” kata kementerian melalui pernyataan yang disiapkan Kantor Kebijakan dan Strategi Perdagangan. “Vietnam dan Indonesia tidak akan menunggu kami pulih. Jika pembeli luar negeri beralih ke pemasok alternatif sekarang, sangat sulit untuk merebut mereka kembali nanti.”

Thailand berpotensi menanggung kerugian tambahan hingga US$ 400 juta atau Rp6,66 triliun per bulan (dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.665) jika kondisi terus berlanjut, dengan komponen elektronik dan suku cadang kendaraan menghadapi biaya lebih tinggi dan penundaan pengiriman. Kerugian langsung pada ekspor barang mudah rusak juga mungkin terjadi.

Di beberapa kasus, banjir menghentikan penerbitan sertifikat asal barang yang dibutuhkan untuk proses ekspor. Selain itu, kondisi topografi Hat Yai yang berbentuk mangkuk praktis memutus akses eksportir menuju pos Sadao dan Padang Besar, dua titik yang menangani 96% perdagangan perbatasan dengan Malaysia.

Pada pekan 24–30 November, jumlah wisatawan Malaysia turun 43% dibandingkan pekan sebelumnya berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Olahraga.

Penurunan tersebut menjadi pukulan bagi industri perhotelan Thailand yang sudah melemah, terlebih Malaysia merupakan penyumbang wisatawan internasional terbesar sepanjang 11 bulan pertama tahun ini.

“Kami belum tahu kapan arus kunjungan wisata akan kembali normal,” kata Thanavath Phonvichai, Presiden University of the Thai Chamber of Commerce, dalam konferensi pers di Bangkok. “Dampaknya pada pariwisata di wilayah terdampak mungkin berlangsung hingga awal tahun depan.”

Banjir ini datang setelah tahun yang sulit bagi Thailand, mulai dari gempa bumi pada Maret, bentrokan perbatasan dengan Kamboja pada Juli, hingga krisis politik yang berujung pada pemerintahan baru.

Ekonomi Thailand menyusut 0.6% pada kuartal yang berakhir September dibandingkan kuartal sebelumnya.

Meski begitu, perekonomian secara keseluruhan diperkirakan tetap tumbuh lebih dari 0.6% pada kuartal berjalan dibandingkan tahun lalu, menurut Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas dalam konferensi pers di Bangkok pada Selasa. Proyeksi tersebut sudah memperhitungkan dampak banjir selatan yang diperkirakan memangkas 0.1 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

(bbn)

No more pages