"Jadi teman-teman nanti kalau ada masalah bisnis, lapor ke tempat saya, nanti saya umumkan besok mungkin lapornya kemana, nanti akan kita bereskan. Kalau ada yang ragu, Purbaya emang tahu hukum apa? Emang dia bisa jadi hakim? Saya sudah menyidangkan mungkin 600 kasus, 600 sidang terus-terusan selama itu, selama 3 tahun itu."
Bahkan, pada kesempatan tersebut Purbaya berkelakar bahwa kemampuan dirinya sebagai hakim sudah setingkat Abu Nawas. Dengan kata lain cerdik seperti kisah Abu Nawas. Ia mencontohkan cerita rakyat tentang Abu Nawas yang bisa membedakan siapa yang jujur dan siapa yang bersalah lewat cara sederhana. Menurut Purbaya, setelah menghadiri ratusan sidang dan bersalaman dengan begitu banyak pihak, ia mengaku dapat menilai karakter seseorang hanya dari suhu telapak tangan ketika bersalaman.
"Tapi dengan jalannya waktu, setiap saya sidang kan salaman tuh. Mungkin 20 sidang udah tahu. Siapa yang bersalah? Tangannya dingin. Yang nggak bersalah, hangat. Lama-lama kita tahu yang ini salah ini, saya punya anak buah polisi, oke lu periksa orang itu. Betul, dia yang bersalah. Jadi saya udah setingkat Abu Nawas," kelakarnya.
(prc/wep)




























