Saham–saham konsumen non primer, saham energi, dan saham teknologi menjadi pendorong utama IHSG melesat di zona hijau dengan kenaikan 2,88%, 1,35%, dan 1,08%. Disusul oleh saham infrastruktur yang menghijau 0,99%. Sementara itu saham kesehatan mengalami penguatan 0,04%.
Penguatan optimistis pada saham konsumen non primer didorong oleh menguatnya harga saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) menanjak 16,5%, dan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang lompat 14,5%. Serta saham PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melesat 11,8%.
Adapun saham–saham energi juga jadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) melaju 34,9% dan saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) juga terangkat di zona hijau dengan kenaikan 28,7%. Serta saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 21,3%.
Mencermati Bursa Saham regional, Bursa Asia hari ini melaju bervariasi. Indeks KLCI Malaysia menguat 1,25%, Shenzhen Comp. China melejit 1,02%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,67%, Shanghai China melesat 0,65%, Strait Times Singapore menghijau 0,05%, sedang, NIKKEI 225 Jepang ambles 1,89%, TOPIX Jepang drop 1,19%, PSEi - Philippine melemah 0,55%, KOSPI Korea merah 0,16%, dan SENSEX China terdepresiasi 0,08%.
IHSG ditutup menguat di level 8.548,79 (dengan penguatan 0,47%) pada perdagangan Senin. Saham sector consumer cyclical membukukan penguatan terbesar, investor mencerna sejumlah data ekonomi yang dirilis Senin.
Indeks Manufacturing PMI bulan November naik pada level 53,3 dari sebelumnya 51,2 pada Oktober 2025, serta mencatatkan level tertinggi sejak Februari 2025 setelah empat bulan berturut-turut berada di area ekspansi.
Data ekonomi domestik direspon positif oleh pasar
sebut riset Phintraco Sekuritas, Senin.
Ekspansinya Aktivitas manufaktur Indonesia menjadi yang terbaik dalam sembilan bulan. Kunci dari ekspansi pada November adalah pertumbuhan pemesanan baru (new orders) yang kuat. Tingkat pertumbuhannya menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2023.
“Dunia usaha melaporkan bahwa permintaan yang lebih tinggi ditopang oleh sisi domestik,” mengutip laporan S&P Global.
Terlebih lagi Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, menyatakan data November memberi gambaran mengenai sehatnya sektor manufaktur Indonesia. Ekonomi dalam negeri masih menjadi kunci utama.
Dengan itu, secara teknikal, lanjut riset Phintraco, terjadi penyempitan histogram positif MACD dan stochastic RSI mengarah ke area oversold. Sehingga IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran 8.500–8.600.
Sementara itu, Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup di zona hijau, berhasil bertahan di atas support MA–5 di posisi 8.531.
“Maka IHSG berpotensi menguat menuju resistance 8.600–8.770,” terang Panin.
Di sisi lain, lower channel sekaligus MA–50 ada di sekitar 8.247–8.300 diharapkan mampu menopang trend bullish IHSG.
(fad/ain)





























