Logo Bloomberg Technoz

"Ini merupakan deflasi terdalam sejak Juni 2024. Disebabkan oleh beberapa faktor seperti naiknya ketersediaan beras karena musim panen, lalu ada penyesuaian harga beras, lalu imbas adanya penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar-pasar," imbuh Pudji.

Meski begitu, Pudji tidak menampik ada kemungkinan beras bisa berbalik mengalami inflasi pada Desember. 

Secara umum, Pudji menilai inflasi sepanjang 2025 masih terkendali. Hingga November, inflasi berada di angka 2,72%.

"Target sasaran inflasi ditetapkan 2,5 plus minus 1%. Secara year-to-date masih berada dalam rentang tersebut. Inflasi harapannya masih dalam target sasaran," tegasnya.

(aji)

No more pages