Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah; Tapanuli Selatan; Kota Sibolga; Tapanuli Utara; Humbang Hasundutan; Pakpak Barat; Kota Padang Sidempuan; Deli Serdang; dan Nias.
Kemudian untuk korban hilang di Sumatra Utara juga mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah.
Sementara itu, pengungsi di Sumatra Utara tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara; 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah; 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan; 4.456 jiwa di Kota Sibolga; 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan; dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.
Di Sumatra Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia; 118 hilang; dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam; Kota Padang Panjang; Kota Padang; Padang Pariaman; Tanah Datar; Pasaman Barat; Pasaman; Solok; Kota Solok; dan Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 11.820 kartu keluarga atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.
Kerusakan Rumah, Sekolah dan Jembatan
Pada saat yang sama, bencana ini juga berdampak pada rumah dan infrastruktur. Secara keseluruhan, BNPB mencatat 827 unit rumah mengalami rusak berat; 694 unit rumah mengalami rusak sedang; 1.300 unit rumah mengalami rusak ringan. Selain itu, 43 unit fasilitas pendidikan rusak dan 133 unit jembatan rusak.
(dov/frg)
































