Valuasi saat ini bernilai lebih dari US$1,15 triliun, TSMC telah menjadi pemimpin global tak terbantahkan dalam pembuatan chip kontrak, mengalahkan Intel, pionir industri semikonduktor. Data dan teknik fabrikasi eksklusif perusahaan ini merupakan rahasia dagang yang sangat berharga dan menjadi isu strategis.
Jaksa penuntut setempat telah mulai menyelidiki laporan tersebut untuk melihat apakah ada pihak yang melanggar hukum, kata Juru Bicara Kantor Jaksa Agung Taiwan John Nieh kepada Bloomberg News.
TSMC telah membuka penyelidikan internal mengenai apakah Lo telah mengambil rahasia dagang tanpa izin perusahaan, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut. Belum jelas apakah TSMC telah mencapai kesimpulan mengenai potensi kerugian bagi perusahaan, tambah sumber tersebut, yang meminta agar identitasnya tidak diungkapkan karena informasi tersebut bersifat rahasia.
Lo bertanggung jawab atas strategi korporat sebelum pensiun dari TSMC pada Juli. Dia pernah memimpin penelitian dan pengembangan teknologi di TSMC dan berperan penting dalam memfasilitasi produksi massal chip canggih di TSMC, termasuk yang digunakan untuk membuat akselerator AI. Dia juga merupakan penerima penghargaan dari Institut Penelitian Teknologi Industri Taiwan yang prestisius.
Sebelum bergabung dengan TSMC pada 2004, Lo menghabiskan waktu di Intel fokus pada pengembangan teknologi canggih, termasuk mengelola pabrik chip di Santa Clara, California. Ia memiliki gelar doktor dalam fisika padat dan kimia permukaan dari UC Berkeley.
“Pemerintah khawatir tentang implikasi keamanan nasional,” kata Menteri Ekonomi Taiwan Kung Ming-hsin kepada wartawan pada Rabu, tanpa menjelaskan rincian terkait tuduhan terhadap Lo.
Menteri Wu Cheng-wen dari Taiwan’s National Science and Technology Council mengatakan kepada wartawan pada hari yang sama bahwa TSMC masih menyelidiki situasi tersebut, menurut Badan Berita Pusat Taiwan.
TSMC tidak memberikan komentar mengenai hal tersebut. Lo tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Hubungan antara Intel dan TSMC telah tegang dalam beberapa tahun terakhir karena produsen chip AS tersebut berusaha mengejar ketertinggalan dalam perlombaan teknologi. Intel sekaligus menjadi pelanggan dan pesaing TSMC, yang menikmati posisi yang menguntungkan sebagai satu-satunya produsen chip paling canggih untuk Apple Inc. dan Nvidia Corp.
Mantan CEO Intel, Pat Gelsinger, sering kali berargumen bahwa terlalu berisiko bagi AS untuk bergantung secara berlebihan pada TSMC untuk semikonduktor canggih, mengingat ketidakstabilan geopolitik yang semakin meningkat di Selat Taiwan, yang menimbulkan ketegangan antara kedua perusahaan.
(bbn)






























