Logo Bloomberg Technoz

Para calon peserta proyek pembangunan smelter dan kilang baru di lokasi pabrik yang telah ditutup di Cile utara mengambil pandangan jangka panjang, meskipun saat ini terjadi kelebihan kapasitas pemurnian yang didominasi oleh China.

Mlynarz berbicara dari Shanghai saat konferensi Asia Copper Week, di mana para penambang dan pengolah tengah merundingkan biaya pemrosesan bijih impor yang berada di level paling rendah.

“Ketidakseimbangan terjadi di China, namun konsentrat tembaga berada di Cile dan Peru,” ujarnya melalui telepon.

“Kedekatan kami dengan sumber bahan baku dan dinamika geopolitik yang berlangsung menjadi faktor kunci. Kondisi pasar saat ini bersifat sementara.”

Enam proposal offtake tersebut bervariasi, baik dari sisi volume maupun porsi produksi masa depan yang ingin mereka serap, katanya.

Lembaga keuangan, yang dinilai secara terpisah, telah menawarkan skema pembiayaan yang dapat mencakup mandat pendanaan lengkap.

“Kemungkinan kami akan menunjuk bukan hanya satu bank structuring, tetapi dua, karena penawarannya kuat dan kami tidak ingin mengecewakan siapa pun,” ujarnya.

Enami akan mempertahankan kepemilikan penuh atas proyek yang dirancang untuk mengolah 850.000 ton konsentrat per tahun dan baru-baru ini memperoleh izin lingkungan.

Proyek tersebut masih membutuhkan persetujuan dari komisi tembaga Cile, Cochilco, sebelum dewan dapat mengambil keputusan investasi final. Mlynarz mengatakan dia masih berharap pekerjaan awal dapat dimulai sebelum pemerintahan saat ini berakhir pada 11 Maret.

“Itu yang sedang kami upayakan, tetapi semuanya tergantung keputusan Cochilco,” katanya.

Enami juga merundingkan kontrak pasokan dengan penambang kecil, menengah dan besar di wilayah Atacama, Cile utara. Tambang swasta di kawasan itu diperkirakan menghasilkan 1,5 juta ton konsentrat per tahun ketika smelter mulai beroperasi.

Terkait litium, Mlynarz mengatakan proyek Altoandinos, usaha patungan dengan Rio Tinto Group, tetap berjalan meski perusahaan tambang Anglo-Australia itu baru saja menunda proyek hard-rock di Serbia.

Estimasi sumber daya yang telah diperbarui untuk Altoandinos diperkirakan terbit pada akhir Desember atau awal Januari.

“Proyek Altoandinos terus bergerak maju,” ujarnya. “Tidak ada kondisi yang mengharuskan proyek ini dihentikan.”

(bbn)

No more pages