Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (28/11/2025).
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menekan 12,73 poin
- DCI Indonesia (DCII) menekan 7,91 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 12,39 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) menekan 7,91 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menekan 3,25 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menekan 2,27 poin
- Global Digital Niaga (BELI) menekan 2,51 poin
- Barito Pacific (BRPT) menekan 2,51 poin
- Aneka Tambang (ANTM) menekan 2,51 poin
- Bhakti Multi Artha (BHAT) menekan 2,51 poin
Saham–saham LQ45 yang berisikan emiten unggulan ikut tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG antara lain, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ambles 2,37%, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan pelemahan 1,75%.
Tren bearish siang hari ini juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melemah 1,69%, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) drop 1,52%. Dan juga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terpeleset 1,11%.
Analis Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup melemah di level 8.517,99. Dibuka menguat namun hingga penutupan Sesi I perdagangan justru melemah seiring dari aksi profit taking investor domestik menjelang akhir pekan sekaligus akhir November.
“Dari sisi transaksi IHSG terdampak net foreign sell sebesar Rp884 miliar pada penutupan kemarin yang berasal dari tekanan jual perbankan besar dan saham big caps lainnya,” jelas analis Panin Sekuritas siang hari ini.
Adapun bursa saham Asia siang hari ini melaju bervariasi. Indeks Shenzhen Composite China naik 0,73%, Strait Times Singapura menguat 0,43%, NIKKEI 225 Jepang hijau 0,06%.
Sementara itu, Kospi Korea Selatan ambles 1,6%, FTSE Malaysia KLCI terpangkas 0,72%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,22%, dan ASX Australia merah 0,04%.
(fad/aji)































