Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari tertekannya sejumlah saham Big Caps, terutama jelang penutupan perdagangan hari ini.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (27/11/2025).
- Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 16,41 poin
- Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 13,67 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 13,07 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 9,38 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 8,18 poin
- DCI Indonesia (DCII) mengurangi 7,24 poin
- Bumi Resources (BUMI) mengurangi 4,51 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 2,05 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 2,04 poin
- Bayan Resources (BYAN) mengurangi 1,66 poin
Adapun saham–saham LQ45 lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) drop 4,19%, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terpeleset 3,04%, dan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melemah dengan kehilangan 2,68%.
Disusul oleh pelemahan saham infrastruktur, yaitu saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 2,56%, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 2,43%, dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang mencetak pelemahan 2,39%.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah pada Kamis setelah sehari sebelumnya sempat mencatatkan All Time High, dengan tekanan terutama berasal dari sector non cyclicals, healthcare dan technology.
Pelemahan juga turut dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang kembali memberikan tekanan terhadap IHSG.
“Sentimen pasar juga cenderung wait and see menjelang rilis serangkaian data domestik penting di awal pekan depan yang mencakup Manufacturing PMI, inflasi, serta kinerja perdagangan Oktober,” papar Phintraco, Kamis.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal konsolidasi, tercermin dari histogram MACD yang bergerak sideways serta Stochastic RSI yang mulai mengarah turun. Pola ini mengindikasikan momentum penguatan mulai mereda dan membuka peluang bagi IHSG untuk mengalami pullback menguji area MA–5 sebagai support dinamis jangka pendek.
“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.500 – 8.600 pada perdagangan Jumat,” tutup Phintraco.
(fad/ain)





























