Wilayah Deli Serdang juga dilaporkan mengalami banjir baru dengan 427 kepala keluarga atau 1.618 jiwa terdampak. Sebanyak 814 jiwa di antaranya telah mengungsi, sementara 427 unit rumah masih dalam tahap pendataan. Genangan air dilaporkan masih berada pada ketinggian 20–60 cm.
"Air masih menggenangi di beberapa titik dengan ketinggian sekitar 20 sampai 60 cm," jelas lembaga.
Kejadian baru lain berupa banjir bandang disertai longsor di Pakpak Bharat yang masih dalam proses penanganan. Sementara, di Tapanuli Utara, status tanggap darurat telah ditetapkan mulai 25 November 2025 hingga 9 Desember 2025.
“Air sudah turun ke angka 30 cm di sejumlah kecamatan, namun di lokasi lain listrik padam total dan komunikasi ponsel sangat sulit,” kata Humas BNPB.
Bencana longsor yang masih dalam pengkinian data di Tapanuli Utara mencatat 3 orang meninggal dunia, 5 jiwa hilang, 1 orang mengalami luka, dan 19 kepala keluarga mengungsi. “Kondisi jaringan listrik seluruhnya padam, komunikasi melalui HP sangat sulit,” terang BNPB.
Di Tapanuli Selatan, kombinasi banjir dan longsor berdampak besar. BNPB mencatat 15 orang meninggal dunia dan sedikitnya 58 warga luka-luka. Sekitar 3.000 KK masih dalam pendataan dan sebagian besar telah mengungsi
“Cuaca saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” sebut BNPB, menyoroti tantangan respons di lapangan akibat kondisi cuaca.
Wilayah Padang Sidempuan menjadi sorotan karena proses SAR masih berlangsung. Seorang warga dilaporkan hilang hanyut di sungai, sementara 240 KK atau sekitar 870 jiwa terdampak. “Proses SAR masih berlangsung, evakuasi dan pembersihan pohon tumbang telah dilakukan dan akses jalan sudah dapat digunakan,” kata BNPB.
Di Tapanuli Tengah, dampak banjir mencapai 4 korban jiwa meninggal dunia, 1.902 KK terdampak, serta 1.902 unit rumah masih dalam pendataan. “Banjir masih dalam penanganan pemerintah setempat di sejumlah wilayah,” ujar BNPB.
Sementara di Sumatera Barat, banjir di Padang Pariaman berdampak lebih luas. Sebanyak 3.440 KK atau 10.545 jiwa terdampak, 958 KK atau 2.698 jiwa mengungsi, dan 3.440 unit rumah terendam.
Status tanggap darurat telah berjalan dari 23 November 2025 sampai 6 Desember 2025. "Kondisi hujan sudah mulai reda, sungai mulai surut, tapi debit di beberapa aliran dari hulu masih meningkat," jelas BNPB.
BNPB menegaskan bahwa data ini akan terus diperbarui secara dinamis. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan BPBD Sumut dan BPBD provinsi/kabupaten setempat, serta menjauhi zona aliran sungai dan lereng rawan longsor selama masa respons,” tutup lembaga.
(dec)






























