Logo Bloomberg Technoz

Shanghai Composite (China) meninggi 0,61%, Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,48%, FTSE Straits Times Singapore terapresiasi 0,44%, TOPIX Jepang menguat 0,41%, CSI 300 China menghijau 0,36%, dan Ho Chi Minh Stock Vietnam naik 0,32%.

Dini hari tadi waktu Indonesia, Bursa Saham Amerika Serikat (AS) ditutup dengan penguatan. Nasdaq Composite melesat 0,82%, Indeks S&P 500 menguat 0,69%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,67%.

Pasar saham terdorong euforia yang semakin besar akan pemotongan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan Desember 2025.

“Penguatan didorong oleh harapan investor akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve berikutnya pada bulan Desember,” mengutip riset terbaru Phillip Sekuritas Indonesia, Kamis.

Pasar semringah karena meyakini Bank Sentral AS Federal Reserve akan menurunkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan. Mengutip CME FedWatch, peluang Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) dalam rapat Desember mencapai 84,9%. Padahal seminggu lalu cuma 30,1%.

Terlebih lagi, keyakinan pasar terus menebal karena orang dekat Presiden Donald Trump digadang-gadang jadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Gubernur The Fed Jerome Powell. Kolega Trump itu adalah Kevin Hassett, yang saat ini tengah menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional.

Dengan Hasset di posisi Gubernur The Fed, maka Trump bisa memiliki ‘tangan’ di Bank Sentral. Hassett pun siap sepertinya sudah siap.

“Saya akan turunkan bunga sekarang juga jika saya adalah Gubernur The Fed. Data yang ada menunjukkan bahwa kita harus melakukan itu,” tegas Hasset kepada Fox News, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

(fad)

No more pages