DPR Setuju TNI dan Intelijen Jaga Kilang Minyak Pertamina
Dovana Hasiana
25 November 2025 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dave Akbarshah Fikarno buka suara mengenai keterlibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk menjaga kilang dan terminal PT Pertamina (Persero). Menurut dia, keterlibatan di kilang dan terminal Pertamina sudah sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsi TNI untuk menjaga kedaulatan negara.
Namun, dia memastikan bahwa TNI tidak akan terlibat dalam aspek lain yang tak berkaitan dengan tugas, pokok, dan fungsinya. Terlebih, upaya penegakan hukum menjadi kewenangan dari polisi dan aparat penegak hukum lainnya.
"Kalau kita bicara soal penegakan hukum itu semua adalah ranahnya polisi dan para aparat penegak hukum. Jadi fungsinya ini lebih kepada pengamanan akan objek vital nasional," ujar Dave kepada awak media, Selasa (25/11/2025).
Wacana penugasan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) mulanya disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sjafrie mengatakan prajurit TNI Angkatan Darat dengan didampingi oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) akan ditugaskan untuk menjaga kilang dan terminal Pertamina mulai Desember 2025.
Prajurit TNI Angkatan Darat dan BAIS akan dikerahkan untuk mengetahui potensi ancaman yang mungkin muncul dan mengancam kedaulatan energi. Sehingga, TNI bisa melakukan antisipasi dan pengamanan secara fisik.































