Logo Bloomberg Technoz

Ringkasan surat tersebut menyebut Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menyatakan bahwa pernyataan Takaichi merupakan "kali pertama Jepang mengeluarkan ancaman penggunaan kekuatan terhadap China."

Dalam tanggapannya, Yamazaki menulis: "Kebijakan pertahanan fundamental Jepang adalah strategi pertahanan pasif, yang sepenuhnya berorientasi pada pertahanan, bertentangan dengan klaim pihak China."

Takaichi dan pejabat Jepang lainnya sudah berusaha meredakan ketegangan dengan menyatakan bahwa posisi Tokyo terhadap krisis Taiwan yang hipotetis tidak berubah, meski Takaichi berubah arah dari ambiguitas yang telah lama ada dalam pernyataannya yang membuat Beijing kesal.

PM Jepang Sanae Takaichi. (Bloomberg)

Surat Yamazaki juga menyuarakan kekhawatiran Jepang terhadap meningkatnya kekuatan militer China dan ketegasannya di kawasan Asia-Pasifik.

"Sayangnya, dalam situasi kontemporer di dunia, beberapa negara terlibat dalam perluasan kemampuan militer secara berkepanjangan dengan cara yang tidak transparan. Selain itu, ada negara-negara yang terus berusaha mengubah status quo secara sepihak dengan kekerasan atau paksaan, meski ditentang oleh negara-negara tetangga," tulisnya.

Kihara menegaskan kembali bahwa Jepang berupaya menjaga jalur diplomatik terbuka dengan China. "Jepang mempertahankan sikap terbuka terhadap berbagai bentuk dialog," bebernya.

Ketika ditanya tentang percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping semalam, Kihara menolak berkomentar mengenai isu-isu spesifik, tetapi menekankan Jepang tetap berkomunikasi erat dengan AS terkait China. 

"Jepang akan terus berupaya, berdasarkan hubungan kepercayaan yang kuat dengan sekutu kami, AS, untuk mendesak China agar memenuhi tanggung jawab yang sesuai dengan posisinya," ungkapnya.

Takaichi mengatakan bahwa dia berbicara dengan Trump melalui telepon atas permintaan Trump sendiri pada Selasa pagi.

(bbn)

No more pages