QMB dikendalikan oleh GEM Co. dan Tsingshan Holding Group Co. dari China di antara para pemegang sahamnya.
Menurut laporan Bloomberg News, seorang perwakilan dari Kawasan Industri Morawali Indonesia mengonfirmasi pengurangan laju produksi.
Penyimpanan tailing pabrik di dalam kawasan hampir penuh, dan dokumen untuk lokasi lain masih diproses, tambah perwakilan tersebut.
Bloomberg Technoz telah meminta tanggapan manajemen IMIP dan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) namun tak kunjung mendapatkan respons hingga berita ini dimuat.
Sebagai informasi, pada awal tahun ini IMIP juga sempat menghadapi permasalahan pengelolaan limbah industri nikel. Salah satu persoalan yang ditemukan, terdapat timbunan slag nikel dan tailing tanpa izin seluas lebih dari 10 ha dengan volume diduga lebih dari 12 juta ton.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kawasan IMIP terbukti melakukan pelanggaran di beberapa fasilitas yang tidak terlingkup dalam dokumen Amdal.
“Selain itu, pengawas lingkungan hidup mendapati adanya bukaan lahan seluas lebih kurang 179 hektare [ha] yang berbatasan langsung dengan areal IMIP,” kata Hanif melalui pernyataan resmi, Selasa (17/6/2025).
Hanif menegaskan IMIP selaku pengelola kawasan industri nikel tersebut wajib menaati persetujuan lingkungan dan dokumen Amdal.
Untuk itu, dia mengatakan IMIP “harus menghentikan kegiatan yang belum di lingkup dalam persetujuan lingkungannya."
(azr/naw)
































