RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, karena RSI emas sudah menyentuh ambang batas jenuh beli (overbought).
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 26. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Kemudian indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 168. Menunjukkan bahwa volatilitas harga emas sepertinya akan tinggi.
Untuk perdagangan pekan ini, sepertinya harga emas belum bisa bergerak signifikan. Seperti minggu lalu, harga sang logam mulia kemungkinan harga akan bergerak tipis-tipis saja.
Target support terdekat ada di US$ 4.043-4.024/troy ons. Jika tertembus, maka target lanjutan ada di kisaran US$ 4.014-3.964/troy ons.
Sedangkan target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.863/troy ons.
Andai harga emas bisa naik, maka cermati pivot point di US$ 4.065/troy ons. Dari sini, harga bisa menguji resisten US$ 4.076-4.117/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.268/troy ons.
Suku Bunga
Isu seputar arah kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) sepertinya masih akan menjadi sentimen yang dominan menggerakkan harga emas. Pasar masih terus mencari petunjuk ke mana arah suku bunga acuan bulan depan.
Terbaru, datang komentar dari Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) New York John Williams. Akhir pekan lalu, Williams menegaskan bahwa ruang penurunan suku bunga acuan masih terbuka dalam waktu dekat.
“Saya melihat kebijakan moneter saat ini agak restriktif. Oleh karena itu, saya rasa ada ruang untuk penyesuaian suku bunga acuan menuju posisi (stance) yang cenderung netral,” katanya dalam sebuah acara di Santiago, Chile, seperti diberitakan Bloomberg News.
Pernyataan Williams sepertinya efektif untuk mengubah mood di pasar. Kini investor melihat ada kemungkinan yang cukup besar bahwa suku bunga acuan bisa turun bulan depan.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember adalah 69,4%. Seminggu yang lalu, peluangnya adalah 44,4%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Jadi kabar seputar arah suku bunga acuan sepertinya masih akan menjadi sentimen utama penggerak harga emas minggu ini. Ada baiknya investor terus memasang mata dan telinga untuk memantau berbagai pernyataan dari para pejabat teras The Fed.
(aji)































