Dia menegaskan Gibran mendorong hal tersebut tercapai melalui penghapusan utang, mekanisme pembiayaan yang inovatif, hingga pembiayaan hijau.
“Bapak [Wakil] Presiden juga menyampaikan salah satu contoh solusi digital sederhana yang dilakukan Indonesia dan berbiaya rendah itu salah satunya QR [QRIS], dan QR ini diadopsi oleh berbagai negara di Asia. Bahkan negara lain di Jepang maupun di Korea," ucap Airlangga.
Airlangga juga mengatakan Gibran turut mendorong dimulainya dialog G-20 terkait penggunaan artificial intelligence (AI) dalam sistem perekonomian yang dipandang dapat bermanfaat bagi sektor keuangan.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan forum G-20 turut membahas upaya mitigasi risiko bencana dunia. Di Indonesia, strategi penanganan bencana alam turut ditekankan sebab Indonesia merupakan negara yang dikelilingi gunung berapi.
Terakhir, kata Airlangga, Gibran juga menyatakan terdapat bencana non-alamiah yang bisa terjadi akibat konflik atau perang antarnegara.
"Dan kita lihat apa yang terjadi di Gaza, Ukraina, Sudan, Sahel, dan banyak wilayah lain. Berbagai peristiwa ini menegaskan perlunya penempatan kemanusiaan di pusat tata kelola global dan mendorong G-20 sebagai teladan," tegas Airlangga.
Sebagai informasi, Prabowo melaporkan realisasi MBG telah mencapai 44 juta penerima per 17 November 2025. Menurutnya, capaian itu merupakan yang tercepat dan terbesar di dunia.
Prabowo mengatakan telah mendengar dari Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva bahwa pemerintah Brasil membutuhkan waktu 11 tahun agar program MBG di negaranya bisa menyentuh angka 40 juta penerima.
"Kita belum sampai 12 bulan sudah mencapai 44 juta," ujar Prabowo di SMPN 4 Bekasi, Senin (17/11/2025).
Namun, Prabowo mengaku belum puas karena realisasi tersebut masih di bawah target 82,9 juta penerima. Kepala Negara mengklaim banyak menerima laporan bahwa banyak anak-anak sekolah dan ibu hamil yang belum mendapatkan manfaat MBG.
Di sisi lain, Prabowo mengaku masih ada peristiwa penyimpangan MBG seperti keracunan. Namun, dia mengatakan fenomena merasakan sakit perut merupakan hal yang biasa.
"Saya makan di rumah saja sering salah makan. Kadang-kadang kurang cuci tangan. Namun, kita ambil alih tanggung jawab."
Dengan demikian, pemerintah melakukan persiapan dan pengawasan yang lebih ketat untuk MBG tersebut. Hal ini dilakukan melalui penyediaan infrastruktur untuk mendukung kebersihan.
:Secara garis besar, sebagian besar setuju, sebagian besar merasakan manfaatnya. Mereka akan jadi lebih kuat, dia akan makan protein, dia akan lebih tinggi, ototnya akan lebih baik, tulangnya kuat, sel otaknya lebih cerdas," ujarnya.
(azr/ros)




























