Logo Bloomberg Technoz

Presiden Jepang Sanae Takaichi pada awal bulan ini menjadi pemimpin Jepang pertama yang secara terbuka mengaitkan krisis Selat Taiwan dengan kemungkinan pengerahan pasukan Jepang.

Beijing merespons dengan gelombang tindakan balasan ekonomi serta tuntutan berulang agar pemimpin baru Jepang itu menarik kembali pernyataannya.

Sejauh ini, Takaichi menolak mundur, menciptakan kebuntuan diplomatik dengan mitra dagang terbesar Jepang.

China menganggap Taiwan yang berpemerintahan sendiri sebagai wilayahnya yang suatu hari harus dipersatukan, dengan kekuatan jika diperlukan, dan isu tersebut menjadi garis merah dalam hubungan diplomatiknya.

Seluruh pemimpin Jepang sebelumnya selalu menghindari menjawab pertanyaan mengenai seperti apa situasi yang “mengancam kelangsungan hidup” Jepang, dengan mempertahankan ambiguitas strategis dan menyatakan keputusan akan dibuat sesuai kondisi pada saat itu.

Takaichi memang telah mengatakan di parlemen bahwa ia kini memahami pelajaran tersebut dan akan menahan diri untuk tidak menyebutkan skenario spesifik di mana Jepang dapat mengerahkan pasukan. Namun, ia tetap menegaskan bahwa Tokyo tidak mengubah kebijakannya.

(bbn)

No more pages