Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, jumlah liabilitas mengalami kenaikan menjadi US$17,23 miliar dari sebelumnya yang sebesar US$15,32 miliar.

Sementara, ekuitas tercatat sebesar US$14,88 miliar. Alhasil total aset hingga September 2025 tercatat sebesar US$32,12 miliar, tumbuh dari sebelumnya yang masih US$30,43 miliar.

Di sisi operasional, PHE mencatat produksi migas sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), terdiri dari produksi minyak sebesar 553 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen menilai positif capaian kinerja operasional yang diraih perseroan sampai kuartal III-2025.

“Kami berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan produksi migas nasional serta memberikan nilai tambah bagi Pertamina dan Indonesia,” kata Hermansyah lewat keterangan resmi dikutip, Jumat (21/11/2025).

PHE melakukan kegiatan eksploitasi sebanyak 661 sumur, kegiatan workover 969 sumur, kegiatan well service 28.507 sumur, survei seismik 2D sepanjang 109 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 652 kilometer persegi (km2), serta  eksplorasi sebanyak 15 sumur.

Selain itu, PHE turut mencatat penemuan sumber daya 2C mencapai 870 juta barel setara minyak (MMBOE).

Temuan besar di wilayah kerja Rokan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan sumber daya tersebut, termasuk dari potensi migas non-konvensional (MNK) di area Aman Trough K7A dan K7B serta penambahan cadangan P1 sebesar 149 juta barel setara minyak (MMBOE).

“Keberhasilan penemuan sumber daya dan penambahan cadangan ini menunjukkan arah yang positif bagi keberlanjutan produksi migas Indonesia ke depan,” tuturnya.

(ibn/naw)

No more pages