Logo Bloomberg Technoz

“Padahal bioetanol fuel grade yang keluar dari pabrik kami yang dikirim ke Patra Niaga sudah kami rusak, kami denaturasi dengan bahan kimia. Jadi gak bisa lagi disuling, jadi tolong keluarkan bioetanol fuel grade dari barang kena cukai,” kata Izmirta dalam Bloomberg Technoz Ecoverse 2025, Kamis (20/11/2025).

Izmirta menuturkan usulan penghapusan cukai etanol untuk BBM itu sudah disampaikan ke Purbaya di sela acara Bloomberg Technoz Ecoverse 2025 kemarin.

"Sudah saya sampaikan ke Pak Purbaya langsung semoga beliau mendengarkan. Jadi masalah pertama bioetanol fuel grade termasuk barang kena cukai,” ujar Izmirta.

Izmirta menjelaskan tarif cukai bioetanol dipatok sebesar Rp20.000 per liter, sehingga campuran 5% bioetanol dalam Pertamax Green 95 menaikkan harga bahan bakar nabati tersebut Rp1.000 per liter.

“Keluarkanlah bioetanol fuel grade dari barang kena cukai, karena cukainya satu liter Rp20.000. Membuat harga Pertamax Green lebih mahal Rp1.000 dari cukainya,” ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebut pemerintah akan segera menyederhanakan aturan cukai etanol untuk bahan baku bioetanol, yang rencananya akan menjadi program mandatori.

Yuliot mengatakan kementeriannya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar etanol untuk bahan baku bioetanol dibebaskan dari cukai, lantaran penggunaannya berbeda dengan etanol untuk bahan baku minuman beralkohol.

“Jadi selama ini persepsinya itu adalah etanol digunakan untuk minuman, sehingga perlu penjelasan. Jadi ada prosedur tambahan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (16/5/2025).

(azr/naw)

No more pages