Vietnam mengalami curah hujan jauh di atas normal dalam beberapa minggu terakhir, dengan total presipitasi setidaknya 270 milimeter lebih tinggi dari rata-rata historis hingga 19 November, berdasarkan data dari Pusat Prediksi Iklim AS. Hujan di atas normal diperkirakan akan terus berlanjut hingga awal Desember, terutama di wilayah pesisir tengah bagian utara, menurut lembaga tersebut.
Dua faktor iklim memicu kondisi basah ekstrem di Asia Tenggara: pola cuaca La Niña yang aktif, serta Indian Ocean Dipole yang berada pada fase negatif. Model cuaca memproyeksikan curah hujan di atas rata-rata untuk November, Desember, dan Januari di sebagian besar wilayah daratan Asia Tenggara, menurut Pusat Meteorologi Khusus ASEAN.
Vietnam telah dilanda setidaknya 13 badai besar sepanjang tahun ini. Bencana alam yang terjadi sejak Januari hingga Oktober menyebabkan sedikitnya 241 orang meninggal dan menimbulkan kerugian lebih dari 53,8 triliun dong (sekitar Rp34 triliun), menurut kantor statistik nasional.
Di Khanh Hoa, salah satu provinsi yang terdampak paling parah, sekitar 800 milimeter hujan turun hanya dalam satu hari pekan ini. Beberapa wilayah masih terisolasi, dan pihak berwenang berupaya menjangkau lebih dari 300 rumah tangga.
(bbn)






























