Logo Bloomberg Technoz

Persatuan Ahli Gizi: Zero Keracunan MBG Mustahil Terjadi

Dinda Decembria
20 November 2025 07:00

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menilai upaya menekan risiko keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat pemerintah, meski capaian nol kasus dianggap mustahil dicapai sepenuhnya. Ketua Bidang Ilmiah, Kebijakan Riset, dan Inovasi Persagi, Marudut Sitompul, menyebut standar keamanan pangan sudah diarahkan hingga level tertinggi.

Marudut menegaskan bahwa target nol insiden keracunan tidak realistis diterapkan di negara mana pun. Namun, ia menilai pemerintah dan pemangku kepentingan telah menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keamanan pangan. “Kita berharap kalau bisa aman. Bahkan Presiden sudah menekankan agar jangan sampai ada keracunan makanan,” ujarnya di Gedung Kemenko Pangan, Rabu (19/11).

Ia menjelaskan sejumlah langkah yang telah dijalankan, mulai dari sertifikasi laik higiene sanitasi di tiap SPPG hingga pemeriksaan kesehatan bagi tenaga pengolah pangan. Pemeriksaan ini termasuk memastikan tenaga tersebut bukan carrier penyakit meskipun tampak sehat. “Itu dicek darahnya,” kata Marudut.


Selain itu, prosedur penerimaan bahan pangan juga diperketat, termasuk pemeriksaan kualitas bahan sebelum diolah. Menurut Marudut, upaya ini akan diperkuat melalui penerapan Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis (HACCP). “Pertama dibuat dulu dokumen rencana, lalu implementasi, dan setelah itu kita audit,” jelasnya.

Terkait pelibatan Persagi sejak awal pelaksanaan MBG, Sekretaris Jenderal Persagi Trina Astuti memastikan organisasi ahli gizi itu sudah ikut berdiskusi sejak tahap awal, meski sifatnya belum terstruktur secara kelembagaan. “Orang per orang sudah dihubungi untuk berdiskusi terkait rencana pelaksanaan MBG,” ujarnya.