“Kami tadi mengajak agar para ahli gizi untuk ikut mengawasi makanan di mana pun. Sekarang Indonesia tinggi sekali masyarakat yang kena penyakit gula, bahkan ada anak-anak,” ujarnya.
Ia menilai edukasi tentang makanan tinggi gula perlu diperkuat, terutama karena banyak minuman manis dan jajanan tidak sehat yang dijual di depan sekolah. “Kadang-kadang di depan sekolah ada minuman begitu manis, gula-gula dan sebagainya. Anak-anak bisa terkena penyakit gula ya,” kata Zulkifli. “Kita mengajak ahli gizi untuk melakukan edukasi, mana makanan yang bagus untuk anak-anak dan mana yang perlu dihindari.”
Zulkifli juga meminta para ahli gizi memberikan edukasi langsung di lokasi penyelenggaraan MBG maupun sekolah-sekolah. Edukasi itu mencakup pemahaman tentang makanan sehat hingga pencegahan keracunan makanan. “Selanjutnya, kita juga mengajak Bapak-bapak tadi untuk terus melakukan edukasi di tempat-tempat MBG, sekolah-sekolah, bagaimana makanan sehat, agar terhindar dari keracunan,” ujarnya.
Zulkifli menegaskan bahwa penyempurnaan MBG harus berjalan bersamaan dengan edukasi publik. “Selain tentu MBG terus-menerus melakukan perbaikan-perbaikan, dari dua arah: kita menyempurnakannya, tapi publik juga diberikan edukasi,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, ahli gizi, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan MBG sekaligus meningkatkan kesadaran gizi di kalangan anak-anak.
(dec)




























