Logo Bloomberg Technoz

Dalam pemberitaan Bloomberg Technoz sebelumnya, Manajemen WSKT dalam paparan publik menyampaikan hasil akhir konsolidasi belum bersifat final karena skema dan komposisi penggabungan akan ditentukan berdasarkan kajian tersebut. Meski demikian, proses integrasi disebut tetap akan dijalankan sebagai langkah penguatan BUMN karya.

Sementara itu, opsi go private juga menjadi pertimbangan apabila Waskita digabungkan dengan Hutama Karya. Namun, proses tersebut berpotensi terkendala karena saham WSKT masih dalam status suspensi, sedangkan penyelesaian suspensi bergantung pada pelunasan utang obligasi.

Manajemen menegaskan, beban utama Waskita saat ini masih berasal dari kepemilikan aset jalan tol. Perusahaan tengah berupaya melepas seluruh aset tersebut untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur.

“Kenapa kita melakukan divestasi dari aset tol yang kita miliki itu merupakan untuk pengembalian kewajiban kita untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur,” kata Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho.

Selain itu, WSKT juga mengatakan pihaknya membuka peluang menerima tambahan penyertaan modal negara (PMN) melalui Danantara Aset Manajemen, bergantung pada hasil akhir proses konsolidasi BUMN karya yang tengah dikaji.

“Tentunya capital injection itu sangat possible untuk dilakukan. Tetapi sejauh mana urgensinya, tentu bergantung pada hasil kajian integrasi,” ujar Hanugroho.

Ia menjelaskan, Waskita sebelumnya pernah memperoleh PMN sekitar Rp20 triliun untuk mendukung proyek strategis nasional, terutama pembangunan jalan tol. Namun, pola dukungan pemerintah ke depan dinilai akan berbeda dan menyesuaikan arah integrasi.

“Kalau misalnya integrasi ini dilakukan bersama Hutama Karya, kami masih mengkaji seperti apa konsolidasinya, termasuk apakah status TBK-nya akan berubah. Pembahasan mengenai kemungkinan dari go public menjadi go private sangat mungkin terjadi,” kata Hanugroho.

(dhf)

No more pages