Logo Bloomberg Technoz

Saling balas antara kedua pihak menunjukkan perselisihan ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Beijing telah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang—sebuah langkah yang telah menyebabkan setidaknya dua agen perjalanan milik negara membatalkan paket tur kelompok yang telah dipesan berbulan-bulan sebelumnya. Peringatan perjalanan ini memicu aksi jual tajam (sharp selloff) pada saham-saham pariwisata dan ritel terbesar di Jepang, sebelum saham-saham tersebut pulih sebagian dari kerugian.

Lebih lanjut, perusahaan-perusahaan milik negara China telah menyarankan karyawannya untuk menghindari perjalanan ke Jepang. Sejumlah grup investasi, bank, broker, dan perusahaan lain mengirimkan pesan peringatan kepada staf mereka minggu ini.

China secara resmi menuntut agar Takaichi menarik kembali pernyataannya. Media pemerintah China juga mengecam keras komentar Takaichi, dengan mengatakan bahwa komentar tersebut "memberikan peringatan keras bahwa iblis militeristik Jepang sedang dipanggil kembali."

'Tuntutan Maksimalis'

"Beijing jelas mengisyaratkan kepada Tokyo melalui pertukaran ini bahwa mereka belum siap membiarkan api mereda atau membiarkan kepala dingin menang," kata Jeremy Chan, seorang analis senior Eurasia Group dan mantan diplomat AS. "Ia hanya mengulangi tuntutan maksimalisnya agar Takaichi mencabut sepenuhnya pernyataannya, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh PM Jepang. Ini tidak menyisakan jalan keluar langsung untuk de-eskalasi."

Aspek visual di sekitar pertemuan tersebut juga menarik perhatian. Media pemerintah China mengutip para akademisi yang mengatakan pangkat menengah Kanai mengisyaratkan Jepang tidak tulus dalam mengakhiri perselisihan. Selain itu, pakaian Liu Jinsong memicu spekulasi bahwa itu membawa makna simbolis.

Sebuah akun media sosial yang dijalankan oleh penyiar negara China mengidentifikasi setelan bergaya tunik yang dikenakan Liu mirip dengan yang dikenakan oleh mahasiswa pengunjuk rasa selama Gerakan Empat Mei 1919, sebuah pemberontakan bersejarah yang memobilisasi kaum muda menentang transfer wilayah China ke Jepang dan memicu boikot terhadap barang-barang Jepang.

Meskipun Liu pernah mengenakan setelan tradisional serupa pada acara diplomatik sebelumnya, masih belum jelas apakah pilihan pakaiannya kali ini sengaja dimaksudkan sebagai pernyataan politik.

(bbn)

No more pages