Logo Bloomberg Technoz

"Citi sudah tidak di retail lagi. We are 100% institutional bank," tegasnya. 

Lebih jauh, Batara menilai arah pergerakan suku bunga deposito dolar AS ke depan justru berpotensi menurun, seiring ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Citi lantas memproyeksikan pemotongan suku bunga The Fed pada Desember, Januari, dan Maret akan menurunkan biaya dana atau cost of fund dalam dolar AS, sehingga tekanan bagi bank untuk menawarkan bunga deposito USD tinggi juga berkurang.

"Untuk Citi view nanti akan terikat Desember, Januari dan Maret untuk Federal Reserve, iya mudah-mudahan juga ini akan impact kepada suku dana pihak ketiga untuk dolar," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak empat Himbara kompak menaikkan suku bunga counter rate deposito valas mencapai 4% per tahun. 

Level bunga deposito ini lebih besar dibanding batas bunga penjaminan simpanan valas yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yakni 2%.

Langkah ini diambil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus menarik penempatan dana dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri.

Meski Himbara menaikan suku bunga deposito valas tersebut, tetapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya arahan untuk mengerek bunga deposito valas ke level 4% awal November 2025.

Purbaya menegaskan kebijakan Valas itu bakal tetap berbasis pasar atau market based sesuai dengan dinamika pasar.

“Kita gak akan memberi arahan kebijakan yang memaksa mereka menaikkan ke 4%, market based, betul-betul market based, apa yang dibutuhkan pelaku dan perbankan sendiri,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Purbaya mengatakan kabar yang belakangan menyebutkan pemerintah ingin mengerek bunga deposito valas Himbara itu rumor. Dia membantah adanya intruksi resmi kepada bank pelat merah untuk mengerek bunga deposito valas tersebut.

"Kalau saya bilang ke mereka itu bukan perintah saya. Makanya saya datang ke BNI kemarin kan. Untuk make sure mereka gak macam-macam dalam hal itu," kata Purbaya. 

(lav)

No more pages