Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan konsumsi Pertamax Green 95 hingga awal November 2025 tercatat sekitar 100—110 kiloliter (kl) setiap bulannya.
“Ya [berasal dari distributor domestik],” kata Roberth melalui pesan singkat, Kamis (6/11/2025) dini hari.
“Untuk Pertamax Green 95 kami sudah ada kerja sama dengan distributor etanol sehingga terjaga pasokannya,” tegas Roberth.
Berdasarkan data di situs MyPertamina, per 1 September 2025 terdapat 163 jaringan SPBU milik Pertamina yang menjual BBM dengan campuran etanol 5% tersebut.
Dijelaskan juga bahwa, proyeksi penjualan Pertamax Green 95 untuk Pulau Jawa sekitar 96.000 kl dalam satu tahun.
Terkait dengan kebutuhan etanolnya, PPN mengkalkulasi bahwa Pertamax Green 95 membutuhkan sekitar 4.800—5.000 kl per tahun.
Saat ini, PPN telah bermitra dengan penyedia bioetanol yakni PT Enero yang merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang memiliki kapasitas produksi etanol sekitar 30.000 kl per tahun.
“Saat ini mitra strategis penyedia dan penyuplai ethanol yakni PT Enero yang merupakan anak usaha dari PTPN memiliki kapasitas produksi etanol sekitar 30 ribu kl/tahun, artinya dari segi suplai bisa memenuhi proyeksi demand di Pulau Jawa,” tulis PPN dalam situs resminya.
(azr/wdh)
































