Sebelumnya, manajemen BP-AKR telah mengisi stok BBM di jaringan SPBU mereka akhir Oktober 2025, usai kehabisan stok sejak akhir Agustus 2025.
Belakangan, 51 SPBU BP-AKR di Jabodetabek kembali beroperasi setelah pengisian ulang stok bahan bakar.
Antara lain; 21 SPBU di Jakarta, 7 SPBU di Bogor, 5 SPBU di Depok, 12 SPBU di Tangerang, dan 6 SPBU di Bekasi.
Tambah Pasokan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensinyalir PT Aneka Petroindo Raya (operator SPBU BP-AKR) bakal menambah sekitar 100.000 barel BBM dasaran atau base fuel dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan BP-AKR sebelumnya telah membeli base fuel sebanyak 100.000 barel.
Kemudian, perseroan kembali melakukan pemesanan kargo kedua yang akan datang pada pekan ketiga November 2025.
“BP-AKR kemarin sudah dua kali pesan [masing-masing] 100.000 barel, dua kargo. Dan kami dengar-dengar akan ada lagi kargo ketiga,” kata Laode ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (12/11/2025) petang.
Akan tetapi, Laode belum bisa memastikan waktu pemesanan kargo ketiga dari BP-AKR tersebut.
“Kita doakan ya. Semoga yang ketiga disetujui juga. Saya belum tahu [pastinya kapan]. Ini kan baru indikasi. Indikasi yang bagus,” ujarnya.
Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura memastikan konsumen tak perlu khawatir dengan kualitas BBM yang mereka jual, meskipun pasokan utamanya kini berasal dari BBM dasaran Pertamina Patra Niaga.
BP-AKR menjamin bahwa base fuel RON 92 impor yang didapatkan dari Pertamina Patra Niaga telah melalui serangkaian proses uji kualitas yang ketat. Proses ini melibatkan pengawasan dari surveyor independen.
“Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga,” ujar Vanda dalam keterangan resminya, Jumat (31/10/2025).
(azr/naw)




























