Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah pejabat The Fed menyatakan skeptisisme terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember, bahkan beberapa menolaknya, kurang dari sebulan setelah Gubernur Jerome Powell memperingatkan bahwa pemotongan suku bunga Desember bukanlah “kesimpulan yang sudah pasti.” Investor kini menurunkan peluang pemangkasan suku bunga bulan depan menjadi di bawah 50% dari posisi hampir harga penuh sebelum pertemuan The Fed pada Oktober.

“Meski akan ada pertanyaan soal kualitas data, pelaku pasar tetap akan bereaksi terhadap informasi baru,” tulis para ahli strategi Commonwealth Bank of Australia yang dipimpin Joseph Capurso dalam sebuah catatan. “Kami memperkirakan laporan non-farm payrolls untuk September akan berada di bawah ekspektasi kenaikan 50.000.”

Yen bergerak stabil pada awal perdagangan menjelang rilis data pertumbuhan Jepang kuartal ketiga yang mungkin menjadi dasar bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menyusun paket stimulus besar. Produk domestik bruto riil Jepang diperkirakan menyusut 2,4% secara tahunan pada tiga bulan hingga September, kontraksi pertama dalam enam kuartal, menurut perkiraan ekonom.

Potensi stimulus dan menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah Takaichi menjabat membuat tekanan baru pada yen. Mata uang itu melemah ke level terendah dalam sembilan bulan pekan lalu, memicu peringatan resmi bahwa pergerakan telah menjadi satu arah. Pelemahan lebih lanjut dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan intervensi pemerintah, mengingat level saat ini mendekati posisi yang sebelumnya mendorong otoritas turun tangan.

“Secara teknikal, USD/JPY mendekati level di mana pejabat Jepang diperkirakan mulai melakukan intervensi verbal secara lebih agresif,” tulis Tony Sycamore, analis IG Markets, dalam sebuah catatan. “Namun intervensi fisik kemungkinan tidak akan dilakukan sampai kurs mendekati sekitar 160 atau lebih tinggi, mengingat sikap dovish Perdana Menteri Jepang yang baru.”

Di pasar komoditas, harga minyak melonjak 2,4% pada Jumat dan ditutup di atas US$60 per barel setelah Ukraina menyerang pelabuhan minyak utama Rusia dan Iran menyita sebuah kapal tanker dekat Selat Hormuz, memicu premi geopolitik baru pada harga. Emas turun 2,1% seiring meredupnya optimisme mengenai pemangkasan suku bunga The Fed.

(bbn)

No more pages