Bursa Asia Bersiap Dibuka Lesu Jelang Rilis Data Ekonomi AS
News
17 November 2025 06:20

Matthew Burgess - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan dibuka hati-hati seiring investor bersiap menghadapi deretan data ekonomi AS di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Bitcoin turut tertekan dan menghapus seluruh kenaikan yang dibukukan sejak awal tahun.
Kontrak berjangka mengindikasikan penurunan moderat di Australia dan Hong Kong saat perdagangan dibuka pada Senin (17/11), sementara saham Jepang berpotensi menguat tipis. Yen bergerak stabil menjelang rilis data pertumbuhan kuartal ketiga. Saham AS ditutup nyaris stagnan pada Jumat karena investor menahan diri menjelang publikasi indikator ekonomi yang tertunda akibat penutupan pemerintahan.
Setelah berminggu-minggu minim data, investor akhirnya akan mendapat sinyal baru terkait kondisi perekonomian AS ketika lembaga pemerintah mulai merilis indikator utama, termasuk data ketenagakerjaan September pada Kamis (20/11). Pelaku pasar juga menghadapi berbagai risiko—mulai dari valuasi tinggi saham terkait AI hingga ketegangan baru dalam hubungan China-Jepang. Selera risiko kian menipis, tercermin dari jatuhnya Bitcoin ke bawah US$94.000 dan menghapus kenaikan sepanjang tahun.
“Sejauh ini November memberikan perjalanan yang cukup goyah bagi saham,” tulis Shane Oliver, kepala ekonom dan kepala strategi investasi AMP Ltd, dalam sebuah catatan kepada klien. “Pasar saham tetap berisiko mengalami koreksi mengingat valuasi yang meregang, risiko terkait tarif AS, dan pelemahan pasar tenaga kerja AS.”































