Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, keputusan tersebut baru dapat ditentukan ketika uji coba atau road test B50 telah dirampungkan. Dia memastikan kementerian sedang menjalankan uji coba tersebut dan sedang menunggu hasilnya.

“Kita sekarang sedang uji coba, sekarang kan B40 sudah berjalan, alhamdulillah bagus. Ke depan, kita akan dorong untuk di B50, tetapi sekarang kita lagi uji coba. Apakah B45 dulu baru B50, atau langsung? Nanti tunggu hasil uji cobanya,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, medio September.

Dalam perkembangannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan Indonesia kemungkinan membutuhkan produksi B45 sebanyak 17 juta kiloliter (kl) untuk peningkatan program mandatori biodiesel.

Saat ini, kata Yuliot, kebutuhan persis biodiesel B45 tersebut masih dikaji pemerintah. Begitu pula dengan kemungkinan implementasi B45 sebagai transisi sebelum menuju mandatori B50—yang awalnya ditargetkan pada 2026 — dari implementasi saat ini di tingkatan B40.  

“Jadi, ini kita lagi melakukan assessment. Jadi, ini kan ketersediaan FAME-nya itu kalau B45 sekitar 17 juta kl, kalau untuk B50 sekitar 19 juta kl. Jadi dari assesssment ini ya kita melakukan pemetaan apakah itu bisa,” ujarnya ditemui seusai acara di JW Marriot, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).

Meski tengah mengkaji probabilitas penggunaan B45 sebagai transisi, Yuliot menegaskan pada prinsipnya Kementerian ESDM tetap mendorong agar mandatori B50 tetap bisa diimplementasikan sesuai rencana pada 2026.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM melaporkan bahwa hasil awal uji coba penggunaan campuran biodiesel B50 membuat filter kendaraan lebih cepat rusak dan daya mesin sedikit lebih rendah dibandingkan dengan B40.

Uji laboratorium dilakukan di Lemigas bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM meliputi pengujian karakteristik bahan bakar, chassis dynamometer, filter clogging, serta uji presipitasi dan stabilitas penyimpanan.

Sekadar catatan, Kementerian ESDM memprediksi Indonesia membutuhkan tambahan produksi 4 juta kiloliter (kl) FAME untuk menjalankan mandatori B50 pada 2026.

Kementerian ESDM mencatat total produksi biodiesel untuk memenuhi kebutuhan B40 berada sekitar 15,7 juta kl. Untuk B50, ESDM memprediksi program tersebut akan menghabiskan biodiesel sekitar 19 juta hingga 20 juta kl.

(azr/wdh)

No more pages