Logo Bloomberg Technoz

Danantara Ungkap Alasan Garuda (GIAA) Batal Beli Puluhan Pesawat

Artha Adventy
14 November 2025 19:25

Suasana kabin pesawat komersial Garuda Indonesia. (Bloomberg)
Suasana kabin pesawat komersial Garuda Indonesia. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaHolding operasional BPI Danantara menegaskan, penyelamatan Garuda Indonesia Group tidak akan dimulai dari belanja armada baru, melainkan dari menghidupkan kembali puluhan pesawat yang saat ini tidak bisa terbang karena mangkrak tanpa perawatan.

Managing Director Holding Operasional BPI Danantara, Febriany Eddy, menjelaskan bahwa kondisi grounded ini menciptakan beban ganda bagi maskapai. Beban tersebut termasuk pesawat yang tidak terbang pasti tidak menghasilkan pendapatan serta adanya beban pembayaran sewa pesawat tersebut yang terus berjalan.

Ia menegaskan bahwa suntikan modal yang disiapkan pemerintah lewat Danantara bukan untuk ekspansi agresif, melainkan untuk menutup kebutuhan paling mendesak yaitu maintenance pesawat Garuda dan Citilink. Menurut Febriany, jumlah pesawat yang grounded berada di kisaran puluhan unit, dengan mayoritas berasal dari Citilink.


“Setiap hari kita menunda, semakin besar lubang yang harus ditutup. Ini tahap satu, prioritas banget-banget. Tujuannya return of service, bikin pesawatnya terbang dulu,” kata Febriany di Gedung Danantara, Jumat (14/11/2025).

Dalam rencana transformasi GIAA sendiri, Febriany mengatakan Garuda Indonesia akan mengeksekusi transformasi besar yang bertumpu pada empat fokus utama.