Harga emas dunia akhirnya turun usai menguat empat hari berturut-turut. Selama empat hari tersebut, harga terangkat 5,5%.
Jadi, sepertinya salah satu penyebab utama koreksi harga emas adalah aksi ambil untung alias profit taking. Harga memang sudah naik cukup tinggi, sehingga menggoda investor untuk mencairkan keuntungan. Ini menyebabkan emas mengalami tekanan jual sehingga harganya turun.
Selain itu, investor juga masih terus mencari petunjuk soal arah kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS). Agak sulit, karena pemerintah AS baru saja dibuka kembali setelah shutdown selama lebih dari 40 hari, terpanjang sepanjang sejarah Negeri Adidaya.
Shutdown membuat rilis berbagai data ekonomi yang krusial tidak bisa dilakukan. Tidak hanya pelaku pasar, bahkan bank sentral Federal Reserve pun kelimpungan karena tidak ada data yang bisa dijadikan panduan.
Oleh karena itu, pasar menjadi kurang yakin apakah The Fed akan menurunkan suku bunga acuan pada rapat bulan depan. Sebab walau pemerintahan Presiden Donald Trump sudah dibuka kembali, tetapi butuh waktu hitungan hari atau bahkan pekan untuk membuat birokrasi berfungsi seperti sedia kala, termasuk dalam hal memasok data.
Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember adalah 50,7%. Sementara kemungkinan suku bunga acuan ditahan di 3,75-4% adalah 49,3%. Probabilitas yang hampir sama.
Terbaru, Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari dirinya masih terbelah dalam melihat kemungkinan suku bunga acuan pada Desember.
“Bukti-bukti anekdotal dan data yang kami peroleh menunjukkan aktivitas ekonomi masih berdaya tahan, lebih dari yang saya perkirakan. Oleh karena itu, keputusannya adalah mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat Oktober.
“Sejak saat itu, data yang ada menunjukkan hal yang kurang lebih sama. Untuk Desember, saya bisa melihat mengapa kami menurunkan suku bunga. Namun saya juga bisa memahami jika kami kemudian mempertahankan suku bunga. Kita lihat saja,” papar Kashkari dalam wawancara dengan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Belum jelasnya nasib penurunan suku bunga membuat harga emas kekurangan daya dorong.
(aji)






























