Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat pengembalian barang ekspor RI berupa komoditas udang sebanyak 240,54 juta ton atau senilai US$2,09 juta.
Dari total tersebut, mayoritas reimpor berasal dari Amerika Serikat.
"Mayoritas dari AS, 152,32 juta ton atau senilai US$1,26 juta," ujar Deputi BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Senin (3/11/2025).
Kementerian Perindustrian membeberkan asal muasal besi tua atau scrap baja yang menjadi sumber paparan radioaktif Cesium 137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Banten.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menjelaskan, dari hasil investigasi lintas lembaga pemerintah menetapkan PT Peter Metal Technology (PMT) sebagai sumber radiasi setelah ditemukan adanya kontaminasi Cs-137 pada tungku peleburan baja milik perusahaan tersebut.
"Hasil pemeriksaan ini oleh Bapeten, BRIN, dan Brimob Polri ditetapkan salah satu PT, yaitu PT Peter Metal Technology sebagai sumber radiasi setelah ditemukan adanya radiasi Cs-137 pada tungku peleburan baja milik PMT ini," kata Setia dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (10/11/2025).
Dia mengatakan hasil analisis laboratorium juga mengonfirmasi jenis kontaminan yang ditemukan di kawasan terdampak memiliki karakteristik yang sama dengan sisa produksi di fasilitas PT PMT.
PT PMT, kata dia, merupakan industri peleburan baja yang menggunakan bahan baku scrap untuk diproses kembali menjadi baja baru. Setia menerangkan PMT sebelumnya pernah mengajukan importasi scrap kepada Kemenperin. Akan tetapi, pihaknya tidak pernah menyetujui.
Kasus kontaminasi radioaktif Cs-137 sendiri kini tengah menjadi perhatian publik karena berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Kontaminasi ini pertama kali terungkap setelah US FDA yang menemukan adanya radioaktif Cs-137 pada produk udang beku asal Indonesia pada 14 Agustus 2025.
Setelah ditelusuri, produk tersebut berasal dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS) yang beroperasi di kawasan Industri Modern Cikande, Banten. Lokasi Pabrik PT BMS diketahui tidak jauh dengan pabrik peleburan baja PT PMT yang memanfaatkan bahan baku scrap baja.
(ain)






























