Harga emas dunia berhasil membukukan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga terangkat 3,38%.
Perkembangan dari Amerika Serikat (AS) masih menjadi penggerak harga emas. ADP melaporkan, rata-rata perusahaan di Negeri Paman Sam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 11.250 orang per minggu selama Oktober.
Data ini menjadi penting karena tidak ada rilis resmi dari pemerintah akibat penutupan (shutdown) yang masih berlangsung. Jadi sepertinya pelemahan di pasar tenaga kerja AS kian terkonfirmasi.
Hal ini membuat keyakinan pasar akan penurunan suku bunga acuan lebih lanjut kian besar. Mengutip CME FedWatch, peluang bank sentral Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember adalah 67,9%. Lebih tinggi ketimbang hari sebelumnya yaitu 62,4%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
(aji)






























