Logo Bloomberg Technoz

Polisi di Nueva Vizcaya melaporkan tiga anak meninggal akibat longsor, sementara empat lainnya terluka. Longsor lain di Provinsi Kalinga menewaskan dua warga dan dua orang masih hilang hingga Senin malam.

Lebih dari 1,4 juta penduduk mengungsi ke tempat penampungan darurat atau rumah kerabat sebelum topan mendarat, dan sekitar 240.000 orang masih berada di pusat evakuasi hingga Selasa.

Angin dan hujan deras merendam setidaknya 132 desa di wilayah utara, termasuk satu desa di mana warga terjebak di atap rumah akibat banjir yang naik cepat. Lebih dari 4.100 rumah dilaporkan rusak, menurut pejabat pertahanan sipil Bernardo Rafaelito Alejandro IV.

“Meskipun topan telah berlalu, hujan yang ditinggalkan masih berpotensi menimbulkan bahaya di sejumlah wilayah Luzon utara, termasuk di Metro Manila,” ujar Alejandro. “Hari ini kami fokus pada operasi penyelamatan, distribusi bantuan, dan penanganan bencana.”

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat nasional akibat kerusakan besar yang disebabkan oleh Topan Kalmaegi serta potensi dampak lanjutan dari Fung-wong, yang juga dikenal dengan nama Uwan di Filipina.

Sekolah dan sebagian besar kantor pemerintahan ditutup pada Senin dan Selasa. Ratusan penerbangan domestik dan internasional dibatalkan, sementara lebih dari 6.600 penumpang dan pekerja kargo terjebak di pelabuhan setelah penjaga pantai melarang kapal berlayar karena gelombang tinggi.

Filipina dilanda sekitar 20 badai tropis setiap tahun dan kerap mengalami gempa bumi serta letusan gunung berapi, menjadikannya salah satu negara paling rawan bencana di dunia.

(del)

No more pages