Pemprov DKI juga memperluas peran komunitas dengan memperkuat keberadaan Kampung Siaga TBC di seluruh wilayah. Hingga kini, tercatat 563 Kampung Siaga TBC telah terbentuk sebagai pusat edukasi, dukungan, dan pendampingan pasien yang menjalani pengobatan.
“Target kami, pada tahun 2030 seluruh RW di Jakarta menjadi Kampung Siaga TBC, lingkungan yang siap, peduli, dan berkomitmen menuntaskan TBC di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Ani menekankan, peluncuran kampanye TOSS TBC di area Car Free Day (CFD) bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen bersama untuk menghapus stigma dan meningkatkan kesadaran publik. Dengan pendekatan langsung di ruang terbuka, masyarakat diharapkan semakin aktif berperan dalam pencegahan dan deteksi dini.
“Setiap warga yang hari ini memahami pentingnya deteksi dini berarti satu langkah lebih dekat menuju Eliminasi TBC 2030,” tegas Ani.
Sementara itu, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi beban tinggi kasus TBC.
Ia menegaskan, penyakit ini dapat disembuhkan jika pasien menjalani pengobatan secara disiplin dan tuntas. “Mari kita temukan kasus TBC, dampingi dan lindungi para penderita, serta kawal mereka agar minum obat hingga sembuh,” ujarnya
(lav)






























