Logo Bloomberg Technoz

Investor mulai berani masuk ke aset-aset berisiko (termasuk di negara berkembang) seiring perkembangan terbaru di AS. Penutupan sementara atau shutdown pemerintahan Presiden Donald Trump sepertinya hampir menemui titik terang.

John Thune, Pimpinan Partai Republik di Senat, mengungkapkan kesepakatan “mulai terbentuk”. Para senator dari Partai Demokrat mulai sepakat dengan paket yang bisa mengakhiri shutdown yang sudah terjadi selama 40 hari.

Ketika pemerintahan sudah berfungsi normal, maka berbagai rilis data ekonomi bisa kembali dilakukan. Dengan demikian, pasar tidak lagi ‘buta’.

Satu yang dinanti pelaku pasar adalah arah kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve. Saat berbagai data kembali bisa diakses, maka investor bisa membaca bagaimana arah kebijakan moneter.

“Kekurangan data meningkatkan ketidakpastian, terutama soal bagaimana kelanjutan penurunan suku bunga acuan. Data yang kembali tersedia bisa membuka ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut,” kata Nick Twidale, Chief Market Analyst di AS Global Markets yang berbasis di Sydney (Australia), seperti diwartakan Bloomberg News.

Jika shutdown bisa dihentikan, maka setidaknya satu ketidakpastian akan sirna. Ini membuat investor berani masuk ke pasar keuangan negara-negara berkembang dan membuat mata uang Asia menguat, termasuk rupiah.

(aji)

No more pages