“Pekan mendatang akan sangat bergantung pada apakah pemerintah AS dapat mengkoordinasikan akhir dari penutupan,” tulis Kyle Rodda, Analis Senior di Capital.com, dalam catatannya kepada klien.
Riset Commonwealth Bank of Australia yang dipimpin oleh Joseph Capurso menyebut dolar AS kemungkinan akan melaju dalam rentang terbatas untuk sementara, mengutip Bloomberg News.
“Bahkan jika penutupan pemerintahan berakhir pekan ini, butuh waktu sebelum data ekonomi dapat kembali dirilis.”
Rupiah akan terdampak positif dari sentimen global tersebut, ditambah lagi oleh katalis dari Bloomberg Economics, angka CPI Oktober seharusnya cukup kuat untuk memberikan lampu hijau bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada pertemuan pamungkas tahun ini.
Bloomberg Economics, yang termasuk Anna Wong, Stuart Paul, Estelle Ou, Eliza Winger, Chris G. Collins, dan Troy Durie, menyebut pasar menunjukkan kecemasan yang meningkat terhadap kondisi ekonomi AS dalam sepekan. Survei sentimen konsumen Universitas Michigan terbaru menyoroti sejumlah perkembangan yang mengkhawatirkan.
“Yang paling mencolok, banyak rumah tangga kini memperkirakan tingkat pengangguran akan meningkat dalam setahun ke depan — tren yang di masa lalu sering kali mendahului kenaikan nyata dalam angka pengangguran,” sebut mereka dalam risetnya.
Federal Reserve memegang peranan penting dalam menentukan arah pasar tenaga kerja dan ekonomi. Jika The Fed memangkas suku bunga hingga 3% tahun depan — kira-kira pada tingkat yang dinilai sebagian besar pejabat sebagai tingkat netral — maka pertumbuhan solid dan stabilisasi tingkat pengangguran pada 2026 dapat tercapai, meskipun inflasi inti PCE kemungkinan akan tetap di kisaran 3% atau lebih.
Dari kacamata analisis teknikal, rupiah hari ini berpotensi melanjutkan tren penguatan setelah pekan lalu ditutup di Rp16.685/US$, dan hari ini bisa menuju Rp16.640–Rp16.600/US$.
Level resistance selanjutnya berpotensi terus dan lanjut menguat ke Rp16.580/US$ menjemput sMA-50 nya.
Dalam jangka menengah, rupiah berhasil membentuk tren pembalikan arah, serta ada di trendline channel yang berpotensi menuju Rp16.500/US$, tercermin dari time frame daily dan menggaris chart dalam tren satu tahun.
Apabila rupiah memberikan indikasi pelemahan, support terdekat dapat menuju Rp16.700/US$, sementara retnang laju rupiah dalam support di antara Rp16.750–Rp16.800/US$.
(fad/aji)




























