Rupiah Berpotensi Menguat Hari Ini, Memulai Pekan yang Menentukan
Muhammad Julian Fadli
10 November 2025 08:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada hari pertama perdagangan pekan ini, Senin (10/11/2025), berpeluang melanjutkan penguatan yang sudah dimulai Jumat lalu.
Keperkasaan dolar AS di pasar sudah mulai teriris dengan penurunan indeks dolar AS pekan lalu, dan pagi ini terlihat melanjutkan pelemahan di kisaran 99,628. Sementara kontrak forward rupiah (NDF) di pasar New York pekan lalu juga ditutup menguat di rentang Rp16.695/US$ dan pagi ini bergerak stabil di Rp16.688/US$, menurut data Bloomberg pukul 08:00 WIB.
Pekan ini, akan ada banyak peristiwa dan data penting yang dinanti–nanti oleh para pelaku pasar. Dari dalam negeri, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), bersamaan dengan dirilisnya Penjualan Ritel Indonesia– yang sebelumnya melanjutkan tren pertumbuhan tahunan selama empat bulan berturut-turut, didukung oleh stimulus pemerintah guna menjaga daya beli rumah tangga.
Sementara dari luar negeri, seperti yang dilaporkan Bloomberg News, muncul harapan akan tercapainya kesepakatan untuk menyudahi penutupan pemerintahan AS terpanjang dalam sejarah, memberikan sedikit kelegaan di pasar.
Pemimpin Senat Partai Republik, John Thune, mengatakan, kesepakatan “mulai terbentuk,” dengan rencana untuk melakukan pemungutan suara percobaan atas paket pengeluaran terbatas yang akan menyelesaikan segera penutupan pemerintahan selama 40 hari. Sejumlah senator Partai Demokrat dikabarkan cenderung mendukung langkah tersebut, asalkan detail finalnya dapat disepakati.



























