Sektor Jasa Keuangan Stabil
Mahendra Siregar menjelaskan bahwa sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil dengan profil risiko yang terjaga. Kinerja pasar modal nasional pada Oktober 2025 melanjutkan tren positif, seiring membaiknya sentimen global dan solidnya ekonomi domestik. IHSG ditutup di level 8.163,88, naik 1,28 persen secara bulanan dan 15,31 persen sejak awal tahun, bahkan sempat menembus rekor tertinggi 8.274,34 pada 23 Oktober 2025.
Intermediasi perbankan juga menunjukkan kinerja stabil. Pada September 2025, penyaluran kredit tumbuh 7,70 persen menjadi Rp8.162,8 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi pada Kredit Investasi sebesar 15,18 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 11,81 persen menjadi Rp9.695,4 triliun, sementara suku bunga kredit dan DPK cenderung menurun seiring penyesuaian BI Rate. Permodalan perbankan tetap kuat dengan CAR di level 26,15 persen, menjadi bantalan risiko menghadapi ketidakpastian global.
Kinerja industri asuransi, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) juga terjaga stabil dengan tingkat solvabilitas yang solid. Aset industri asuransi mencapai Rp1.181,21 triliun, naik 3,39 persen secara tahunan. Premi asuransi komersial tercatat Rp246,34 triliun, tumbuh 0,38 persen, dengan RBC industri asuransi jiwa dan umum masing-masing di level 481,94 persen dan 326,38 persen—jauh di atas ambang batas 120 persen.
Sementara itu, sektor pembiayaan (PVML) juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp507,14 triliun atau tumbuh 1,07 persen secara tahunan, didorong peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 10,61 persen. OJK menegaskan akan terus memperkuat ketahanan industri jasa keuangan agar tetap tangguh menghadapi dinamika ekonomi global dan domestik.
Profil risiko perusahaan pembiayaan (PP) tetap terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,47 persen dan NPF net 0,84 persen, sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Gearing ratio PP tercatat stabil di level 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali, menunjukkan kondisi keuangan yang sehat dan terkendali.
Sementara itu, pembiayaan modal ventura pada September 2025 tumbuh 0,21 persen secara tahunan dengan total nilai mencapai Rp16,29 triliun. Di sisi lain, industri pinjaman daring (Pindar) mencatat pertumbuhan outstanding pembiayaan sebesar 22,16 persen yoy menjadi Rp90,99 triliun, meski tingkat risiko kredit agregat (TWP90) sedikit meningkat ke posisi 2,82 persen.
(tim)





















