Logo Bloomberg Technoz

Bulan lalu, Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga untuk kedua kalinya secara beruntun guna mendukung pasar tenaga kerja yang melemah setelah perlambatan tajam pada musim panas. Namun, tingkat inflasi yang masih bertahan di level 3% pada September—di atas target The Fed sebesar 2%—menimbulkan kekhawatiran baru bahwa proses penurunan inflasi akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Goolsbee juga menyoroti kenaikan inflasi jasa inti, yang menurutnya mengkhawatirkan karena menunjukkan tekanan harga masih bertahan di luar kategori yang terdampak langsung oleh tarif, serta karena inflasi jasa cenderung lebih sulit ditekan.

Harga jasa—tidak termasuk energi—tercatat naik 3,5% sepanjang tahun hingga September. Sementara itu, indikator real-time pengangguran yang dirilis The Fed Chicago pada Kamis menunjukkan tingkat pengangguran berada di kisaran 4,36% pada Oktober, nyaris tidak berubah dibanding estimasi 4,35% pada September.

Pasar obligasi AS merespons positif kabar tersebut. Imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun turun delapan basis poin menjadi 4,08%, sementara imbal hasil obligasi dua tahun—yang paling sensitif terhadap kebijakan moneter—turun ke sekitar 3,55%.

(bbn)

No more pages