Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat di Rp16.694/US$, Terbaik Kelima di Asia

Muhammad Julian Fadli
06 November 2025 18:33

Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Euforia para pemodal di pasar memantik penguatan rupiah pada perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (6/11/2025), menyusul spekulasi Federal Reserve akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya pada pertemuan Desember.

Kabar dari Amerika Serikat, lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan–perusahaan AS memperkuat spekulasi The Fed bakal menggunting bunga lagi pada Desember, menjadi energi pendorong penguatan nilai rupiah hari ini. Pamor dolar AS tertekan hingga diperdagangkan di bawah level 100, sehingga melambungkan valuta yang menjadi tandingannya.

Nilai rupiah ditutup menguat, dengan penguatan 11 basis poin dan berhasil meninggalkan zona psikologis Rp16.700/US$ dengan menguat 0,07% ditutup di level Rp16.694/US$.

Rupiah Ditutup Menguat 0,07% pada Kamis 6 November 2025 (Bloomberg)

Penguatan rupiah hari ini, menempatkannya sebagai mata uang dengan kinerja terbaik urutan kelima hari ini di Asia. Kalah dari baht Thailand yang memimpin penguatan 0,53%, yen Jepang terapresiasi 0,26%, ringgit Malaysia 0,2%, dolar Singapura 0,13%, dan yuan China menguat 0,07%, baru rupiah dengan penguatannya 0,07%.

Sementara Kurs Tengah Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga ditutup menguat 0,13% di level Rp16.707/US$.